Kamis, 31 Maret 2011

Cinta Setiamu

Keangkuhan membuat kita buta
Bahwa sejatinya cinta itu selalu ada
Menjelma dari hati ke hati
Cinta bagai tulang belulang

           Yang tersusun rapi disetiap jengkalnya
            Bersatu padu dari ujung ke ujung
            Dan tak mudah patah walau besi merajamnya
            Sangkakala yang tertiup di surga yang nyata

Menyatakan hati yang tidak berkesudahan
Kata-kata cinta yang terucap melekat
Dan merasuk jadi tubuh yang kuat
Bayangkanlah cinta itu rapuh

                  Ego dan dengki memisahkan ujungnya
                  Bagai jembatan tanpa tiang
                  Dia akan roboh tak sisakan kenangan

Tapi taulah jika engkau menyelaminya
Bahwa dasar cinta adalah sejati
Kau kan saling memahami
Kokohnya cinta setiamu yang menguatkannya

Mimpi

Kurengkuh nada tanpa irama
Mencoba menguak makna tak berarti

Ku teruskan mimpi tapi tak searti
Mrntari dan malam mungkin tak sejalan

            Tapi aku dan nyata akankah begitu
               Langkah itu berhenti tampa kuminta
                   Tapi, sejauh mana q mencari arti
                      Tentang dia,tentang masa dan rasa

Indah adalah dulu
Kelam bukan inginku
Entah harusku telusuri atau hanya diam menikmati mimpi

Pelindung Jiwaku

                                 Sa'at pikiranku terpusat
                              Dalam angan yang kuat
                           Mengalahkan semua sesa'at
                       Mencari sesuatu yang hebat
                     Tapi pikiranku terkoyak
                   Jantungku berdetak
Seolah menghentak
Diantara kabut yang tebal
Tampak sosok samar
Dengan tatapan asing
Seperti matanya bicara
Dia menuntun tanganku
Menggoreskan cinta lewat kata sahabat
                 Sepasang mata tak dapat berbohong
                    Tapi perasa'an bukan omong kosong
                      Hatiku berkata.....
                         Engkaulah pelindung jiwaku

Kehadiranmu

Waktu yang lalu
Gersang hati terasa
Tanpa tawa...
Tanpa canda
Sepi hidupku
          Diri bagai bunga yang layu
          Tersiram panas mentari
           Letih dan kuyuh tak pernah berseri
Dirimu hadir...
Payungiku dari panasnya mentari
Lepaskan dahagaku dengan hembusan kasih sayang
                          Hari demi hari kulewati
                          Ceritaku semakin bertambah
                           Hampir tiada lagi duka
                          Yang dulu setia berkunjung kedalam hatiku
Walau kadang ada duka
Tak lagi ku sendiri
Ada dirimu yang setia memapahku
Setia menemaniku disa'at suka maupun duka

Khayalan Cinta

Tak akan pernah aku memilikimu
Karena banyak yang menginginkanmu
Hanya dapat ku mendekatimu
Tapi tk mungkin aku menggapaimu
    Walaupun ada yang mencacimu
     Karena ada satu kekuranganmu
    Untukku kau lah yang kudamba
    Mungkinkah aku memilikimu...
    Rasanya hanya khayalan belaka
Cinta khayalan memang pahit terasa
Tapi tak terlalu pahit bagi diriku
Aku tak berani tuk katakan padamu
Biarlah hanya kusimpan didalam dada